Bangkitlah Karangasem, Membangun Sektor Riil Kerajinan
Karangasem sesungguhnya menyimpan Potensi yang sangat m emungkinkan untuk berkembang menjadi kuat dan besar , seperti contoh kerajinan Ata, kerajinan kayu, batu tabas, rontal dll. Mengenai kondisi Pengrajin di Karangasem Bali, product kerajinan sebagian besar diproduksi di rumah masing-masing ( home industri
), yang mana banyak dikerjakan oleh ibu-ibu rumah tangga. Mereka
mengerjakan kerajinan sambil bisa menunggu rumah, memasak, menjaga
anak-anak ( melaksanakan fungsi ibu rumah tangga ), dan apabila ada
kegiatan social kemasyarakatan bisa langsung terlibat dengan masyarakat
lainnya. Kerajinan Menganyam merupakan sector kegiatan yang menyerap
tanaga kerja yang cukup banyak, dan sesuai dengan Budaya Bali, yang
mayoritas merupakan pekerjaan yang dikerjakan dengan tangan (handmade). Dari
data Statistik , Karangsem dalam Angka tahun 2007, sector Anyaman
menyerap Tenaga kerja yang paling besar di Karangasem, yang tercatat
9.324 orang tenaga kerja / home Industri.
Jumlah
Penduduk Kabupaten Karangasem, tahun 2016, adalah
520.026
jiwa. Dari jumlah tersebut
tercatat sebanyak 26.001 orang bergerak di sector Industri kecil.
Khusus Jumlah Tenaga Kerja yang terserap di sector kerajinan Ate yang
melingkupi wilayah Desa Sraya, Sraya Barat dan Sraya Timur dari kondisi
riil yang ada sekarang yang masih aktif menekuni kerajinan Ate kisaran
2500 – 3000 0rang tenaga kerja. Dengan rata-rata 1 orang pengrajin bisa
menyelesaikan pekerjaan barang 1 buah / 3 hari rata-rata bisa
menyelesaikan 10 bh / bulan dengan kisaran barang Rp 50.000/ bh dengan
totalan penjualan rp 500.000,- / bln belum dipotong harga bahan baku
komponennya sampai 50 % dari harga jual.
Sesungguhnya keberadaan sektor Industri Kerajinan dalam perjalanannya ada yang sudah terlhat berjalan dengan
bagus, karena adanya kerjasama langsung dengan artshop atau exporter,
tapi itu hanya sebagian kecil saja, karena mayoritas hasil kerajinan
Karangasem, khusus Pelakunya belum punya jaringan pasar akibat
keterbatasan informasi dan juga keberadaan mereka masing sifatnya
bergerak secara indipidu. Disamping kondisinya seperti diatas , juga
kalaupun pengrajin kita mempunyai jaringan kerjasama, kebanyakan dijual
dalam bentuk setengah jadi, belum diphinishing, belum dikasi asesoris,
hal ini menyebabkan product Karangasem setelah diphinishing dan dikasi
tambahan asesoris, begitu selesai sudah tertera merek Luar Karangasem. Inilah salah satu penyebab banyak Buyer atau Pembeli yang tidak tahu , sesungguhnya product tersebut diproduksi di Karangasem.
Kerajinan Ate juga merupakan product Unggulan Karangasem, yang
diproduksi secara masal, dikerjakan secara handmade dan dikerjakan oleh ribuan Tenaga kerja,
yang didominasi oleh Kaum Perempuan. Disamping itu juga Kerajinan
Anyaman Ate mempunyai kandungan Export yang tinggi, dan nantinya gampang dimodifikasi dengan material lain seperti kayu, Tempurung, pandan atau kulit. Dan tidak kalah pentingnya Kegiatan Menganyam secara Umum adalah kegiatan ibu-ibu di Pelosok Desa di Bali yang sudah menjadi budaya secara turun temurun.
Kenapa Lokasinya di Desa Sraya Karangasem ?,
perlu diketahui sector kerajinan Ate, Produksinya berkembang pesat di
Wilayah Desa Sraya, yang melibatkan ribuan Pengrajin, yang bekerjanya di
rumah masing-masing dengan ketrampilan tangan. Fakta di Lapangan
Kerajinan Ate juga berkembang dibeberapa tempat di karangasem
masyarakatnya terlibat menganyam Ate, seperti Desa Bungaya, Tenganan,
Selat dan beberapa Desa lainnya yang tersebar disetiap Pelosok, yang
nantinya bisa diatur untuk menjadi sutu kegiatan Home Industri yang
Terintegrated. Dan dalam product yang dihasilkan masing-masing tempat
berbeda antara Desa yang satu dengan yang lainnya , tetapi masih anyaman
Ate. Bahkan di Desa Sraya sudah ada Pasaran Ate setiap Pasah ( tiga
hari sekali ) uyang sudah buka mulai jam 3 Pagi, setelah itu Pagi
harinya Pasarnya berpindah Ke Pasar Ate di Bebandem hari itu juga.
Kembali
lagi perlu disadari bahwa Inti dari program SENTRA yang tidak boleh
dilupakan adalah bagaimana bisa digarap secara Terpadu, yang melibatkan
Pelaku Pengrajin, Aparat Setempat, Tokoh Masyarakat dan digarap secara
Terpadu dan berkelanjutan dari Dinas / Instansi. Dan tidak kalah
pentingnya Unsur Pemasaran. Dan Pengembangan Disain merupakan factor harus digarap secara Komprehensip.
Konsep variabel pasar mencakup aspek yang tidak terbatas, mulai dari
kepastian harga produk unggulan, ketersediaan pangsa pasar produknya,
dan kesiapan infrastruktur pendukung agar distribusi tetap lancar.
Product
diatas berupa sandal khususnya Sandal untuk Hotel hasil karya
Kelompok Bali Mitra Lestari yang di koordinir oleh Gede Subrata. Yang
Tertarik silahkan kontak kami
Salah satu aspek yang harus benar-benar disiapkan adalah teknis pendampingan. Ini m utlak. Secara teknis, program Pengembangan Sentra
membutuhkan pendampingan. Tiap desa mustahil bisa sukses melakukan
program tersebut dengan sekadar mencontoh desa lain yang menjadi proyek
percontohan. Tanpa pendampingan, pelaksanaan program
SENTRA hampir pasti mengidap "cacat bawaan" karena aspek-aspek
teknis-teknologis--masalah fundamental untuk mengangkat potensi
keunggulan khas setempat dalam rangka revitalisasi ekonomi desa--sulit
bisa disentuh dan ditangani.
GAMBAR TEMPAT PENGOPENAN ATE
Seharusnya, proyek percontohan sekaligus juga menjadi ajang sinergitas instansi-instansi terkait. Dengan demikian, program SENTRA benar-benar digulirkan terintegrasi, mulai dari hulu sampai hilir.
Dengan itu pula, program SENTRA dalam skala luas pun menjadi lebih bisa
diterapkan. Artinya, keberhasilan program SENTRA bisa lebih terjamin
Contoh-contoh
product ate diatas adalah Produksi Pengrajin Karangasem, kalapun
faktanya setiap Artshop, Pasar Seni hampir selalu ada Product Kerajinan
Ate, Padahal Produksi Kerajinan Khas Karangasem ini menyerap Ribuan
Tenaga Keerja, yang dikerjakan oleh ibu-ibu rumah tangga dengan Hand
Made.
Rasanya belum lenkap kalau
ingin berkomentar atau berbisnis ate kalau belum melihat gambaran
sesungguhnya seperti apakah orang kalau melakukan proses mengulat
anyaman Ate …? dan biar rasa penasaran anda terkuak sedikit, kami akan
tampilkan berapa gambar proses terjadinya ulatan ate, dan seperti apa
gambaran tempat Produksinya.
BAgi
yang ingin berbisnis langsung secara Fair dan ingin melakukan
Pemberdayaan Terhadap Pengrajin kami siap untuk memfasilitasi.
Jangan Biarkan Para Pengrajin tergilas karena ketidak tahuan Informasi.
- Oleh Kelompok Pengrajin Ate BALI MITRA LESTARI.
- Komang Sugiarta
-
ikuti langkah hidup sehat sehari hari dan sejahtera secara nyata hanya disini...,ikuti saya..



ada no tlpn yg bs di hubungin..?
BalasHapusBisa minta no hp yg bisa dihubungi ?
BalasHapus